Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tapanuli Utara
(0633) 21415

Banyak Kegiatan Merugikan, Ini Sebutan Jokowi untuk Media Sosial
11 Maret 2018 Admin
Ilustrasi media sosial (Foto Istimewa)
Minggu, 11 Maret 2018

Banyak Kegiatan Merugikan, Ini Sebutan Jokowi untuk Media Sosial

Banyak Kegiatan Merugikan, Ini Sebutan Jokowi untuk Media Sosial Hampir rata-rata masyarakat Indonesia punya akun media sosial. Penggunaannya pun beragam, mulai dari pertemanan, bisnis hingga sebagai alat untuk menggiring opini. Namun, bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya sebutan lain bagi media sosial.

"Tersedianya teknologi informasi khususnya sosial media memberi kesempatan warga negara untuk menyampaikan aspirasi, membuat pemimpin lebih mudah mendengar rakyat, interaksi sosial lebih mudah dan gampang. Tapi bagai media tanpa redaksi," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Bogor, Sabtu (10/3/2018).

Menurutnya, media sosial kerap digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan termasuk menyampaikan berita bohong, hoaks, tempat saling hujat, mencemooh, mencela dan mengumbar kebencian.

Hal itu, justru kata dia, membawa keresahan di kalangan masyarakat. Namun, Jokowi menilai hal itu menjadi fenomena yang terjadi di hampir semua negara tak hanya di Indonesia. "Setiap pemimpin juga kaget dengan pemberitaan di sosmed. Misal, ada berita puluhan tentara RRC masuk lewat Bandara Soekarno Hatta. Setelah kita cek ke kepolisian berita itu enggak ada dan enggak benar," katanya.

Kemudian, ia mencontohkan informasi lain terkait adanya kasus penyerangan terhadap ulama. "Isunya di medsos 41 kasus. Setelah dicek enggak benar. Yang benar hanya 3 kasus yang sedang dalam penanganan serius oleh polisi," ujarnya.

Ia berpendapat hal seperti itu hampir tidak mungkin jika tidak diketahui luas, oleh karena itu Presiden kemudian menduga ada unsur kesengajaan isu itu diembuskan untuk memperkeruh suasana.

Hal inilah yang kata dia harus dicegah dan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Dan ini tegas ia sampaikan ke polri agar menindak tegas pelakunya.

"Artinya demokrasi kita sudah cukup baik tapi mesti diperbaiki lagi. Upaya pembebasan kehidupan berpolitik harus terus dilakukan," kata Jokowi menambahkan.

Komentar


Efdiadi raja oloan purba
Minggu, 11 Maret 2018 16:36 WIB
"Kapan penerimaan CPNS di Kab. Tap. Utara?"
wwwwww